TUGAS MANDIRI PERTEMUAN KE-1
Assalamualaikum..
NAMA : NAYSHA NURTABRANI
KELAS : X AKL 1
Buatlah contoh-contoh pola penalaran deduktif dan induktif berkaitan dengan "pandemi COVID-19 dan Kegiatan BDR ( Belajar dari Rumah ) masing-masing 5 contoh!
Jawaban :
A. Pandemi COVID-19
1. Deduktif
~Social distancing menjadi solusi dari pemerintah dalam mengatasi masalah pandemi yang saat ini terjadi. Hal ini dipilih karena bisa mengurangi resiko penularan antara satu orang dengan orang lainnya.
~Kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada 9 April, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan sebagai provinsi paling terpapar.
~Di tengah meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, kewaspadaan publik malah mengendur. Kenakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun masih akan berlangsung dalam keseharian kita hingga setahun ke depan.
~COVID-19 telah mencapai lebih dari 116 ribu kasus baru secara global dengan lebih dari 4 ribu kematian. Para ahli kesehatan membunyikan alarm peringatan tentang potensi penularan virus secara luas.
~Penelitian awal menunjukkan COVID-19 bereplikasi secara efisien di saluran pernapasan bagian atas. Orang yang terinfeksi menghasilkan sejumlah besar virus pada awal infeksi dan penelitian baru mengungkapkan bahwa masa inkubasi infeksi adalah 5,1 hari.
2. Induktif
~Penggunaan masker menjadi kewajiban utama kita agar bisa terhindar dari pandemi ini, terlebih lagi saat ini pemerintah telah menerapkan PSBB sebagai usaha melimitasi penyebaran virus. Untuk itu, marilah kita ikuti anjuran dari pemerintah agar bisa terhindar dari virus COVID-19 ini.
~Covid-19 adalah infeksi ringan untuk delapan dari 10 orang yang terpapar. Gejala utamanya adalah demam dan batuk.
~Coronavirus merupakaan zoonosis, yaitu penyakit yang secara alami menular dari hewan ke manusia. Reservoir utama dari penyakit ini adalah onta, sapi, kucing dan kelelawar.
~virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
~infeksi COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.
B. KEGIATAN BDR (belajar dari rumah)
1. Deduktif
~Belajar dari rumah telah menjadi bagian dari 'new normal' warga Indonesia dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Namun kendala infrastruktur dan teknologi membuat adanya kesenjangan pendidikan antar daerah.
~dalam pelaksanaan belajar dari rumah saat ini tak jarang menyisakan masalah. Banyak orangtua yang kerepotan karena banyaknya tugas yang diberikan oleh sekolah.
~Ketika pandemi Covid-19 menerpa dan belajar tatap muka di sekolah ditiadakan, banyak orangtua kelimpungan. Tiba-tiba, mereka harus siap menemani anak-anak belajar di rumah.
~Belum ada kepastian sekolah tatap muka secara fisik akan dibuka lagi. Baik pembukaan sekolah maupun pembelajaran jarak jauh memiliki konsekuensi masing-masing.
~Kegiatan belajar mengajar lewat tatap muka di ruang kelas dianggap masih berisiko di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, ada kerinduan besar dari guru dan siswa untuk kembali beraktivitas seperti sediakala.
2.induktif
~Beragam suka dan duka dialami para siswa saat belajar dari rumah. Mulai dari gagap teknologi hingga kejenuhan mengikuti pembelajaran jarak jauh atau daring.
~Sampai dengan 18 Maret 2020, tercatat 276 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang menerapkan kuliah daring. Jumlah kampus yang meniadakan kuliah tatap muka dipastikan akan terus bertambah di tengah penyebaran virus korona.
~tanggal 12 Maret baru ada 29 negara menerapkan kebijakan meliburkan sekolah. Pada 18 Maret, angka itu bertambah menjadi 112 negara.
~Bagi sebagian siswa di perkotaan, sistem belajar jarak jauh ini tentu tidak menjadi kendala karena tersedianya fasilitas. Namun, di sisi lain, tugas-tugas yang diberikan guru dinilai terlalu membebani anak dan dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah psikologis.
~Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 51 pengaduan dari berbagai daerah yang mengeluhkan anak menjadi tertekan dan kelelahan karena beban tugas. Tenggat waktu yang diberikan sempit, padahal banyak tugas yang harus dikerjakan segera dari guru mata pelajaran yang lain. Jika anak terbebani, bisa menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental yang justru akan memengaruhi imunitasnya.
*Teks yang ditebalkan adalah contoh dari kalimat eduktif dan induktif*
Terima kasih..
Wassalamualaikum..